30 Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Omset Penjualan

Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Omset Penjualan dengan Cepat

Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Omset Penjualan dengan Cepat

Bisnis... itu memang menggiurkan...

Apalagi saat ini....

Hampir semua orang berbondong-bondong ingin jadi pengusaha...

Itu sah sah saja, karena memulai bisnis itu bisa dibilang tidak terlalu sulit (Bagi yang berani memulai)

Pandangan sebagian orang, asal ada modal (uang) bisnis bisa segera dibuka... Meski pada dasarnya tidak sesederhana itu

Tapi, ada satu kenyataan pahit, tidak semuanya jadi bisnis yang sukses...

Bahkan... tidak sedikit yang tumbang.

 

Data Usaha Bangkrut, Sumber: statisticbrain.com

Data Usaha Bangkrut, Sumber: statisticbrain.com

25% usaha mengalamai kegagalan saat baru satu tahun berdiri, 36% setelah berjalan selama dua tahun, 44% setelah mampu melewati tahun ketiga, dan hanya 50,45% (Secara rata-rata dari data di atas) yang mampu bertahan sampai tahun ke empat....

Apa yang jadi penyebabnya?

Perhatikan data berikut ini!

Penyebab Usaha Bangkrut, Sumber: smallbiztrends.com

Penyebab Usaha Bangkrut, Sumber: smallbiztrends.com

Tidak jauh berbeda dengan data sebelumnya, lebih dari 50% usaha bangkrut di US setelah bertahan selama lima (5) tahun. Data ini memang lebih fokus pada US, sementara data usaha bangkrut di Indonesia sulit dicari – tidak ada data kredibel yang dipublikasikan  (Sayang ya!)

Tapi saya rasa cukup mewakili, melihat kemiripan dengan data sebelumnya yang lebih global

Penyebab usaha bangkrut yang terbesar karena cash flow yang bermasalah.... 82% dari usaha yang gagal tidak bisa menjaga aliran uangnya tetap dalam kondisi menguntungkan.... Tidak ada pendapatan yang memadahi untuk menutupi biaya produksi (dan biaya lainnya)

Inti masalahnya sama,

Ada banyak yang bisa mendirikan bisnis, tapi tidak bisa MENJUAL...

MENJUAL disini, saya artikan dalam jangka waktu panjang. Bukan efek ledakan dari awal buka saja. (Kebanyakan usaha baru memiliki efek penjualan seperti ini – laris di awal saja)

....selanjutnya, omset penjualan diam, atau bahkan turun...

Yang lebih kasihan, ada juga yang baru buka usaha bahkan langsung sulit untuk menjual.

Maka.....

Tidak bisa menjual artinya tidak ada uang masuk

Kalau tidak ada pemasukan artinya tidak ada keuntungan

Akhirnya, bisnis tidak bisa bertahan, lalu tutup...

Dan masalah tersebut, kebanyakan dialami oleh Wirausaha Pemula – Termasuk Anda. Kalau bisnis Anda sudah sukses, sepertinya Anda tidak butuh membaca panduan ini.

Sebenarnya, apa yang salah?

BANYAK.

Ada banyak kesalahan yang dilakukan pelaku bisnis pemula – dan sepertinya Anda lakukan juga.

1. Produk tidak diterima pasar

Pertama kali pemula membuka bisnis, sering hanya mengandalkan asumsi sepihak. Apa yang ia jual pasti laku. Seolah-olah produknya adalah yang terbaik dan pasti akan laris manis.

Kenyataannya, produk yang diciptakan sesuai asumsi pemula tadi, belum tentu diterima oleh konsumen. Kalau diterima itu namanya kebetulan, kalau tidak bagaimana? Sudah jelas. Pasti tidak laku.

2. Target pasar salah

Anda menjual kepada orang-orang yang salah. Contohnya, menjual tas impor dengan brand terkenal kepada buruh pabrik yang berpenghasilan UMK. Atau menjual sepatu basket ke pemain sepak bola.

3. Target pasar terlalu luas

Cara berpikir pemula itu seperti ini, semakin banyak target pasar maka akan semakin banyak pembelinya.

Kalau dilogika, kelihatannya masuk akal.

Sayangnya.... kenyataan di lapang tidak demikian.

Kalau dianalogikan, seolah begini.

Memancing di lautan yang banyak ikannya akan semakin besar peluang untuk dapat ikannya. Seolah yang benar seperti itu, padahal kebalikannya. Semakin kecil kolamnya, peluang dapat ikan lebih besar.

Menjual obat diet tidak bisa kepada semua orang. Karena itu membuang waktu dan biaya (jika ada promosi). Target pasar yang tepat, adalah orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan.

4. Persaingan yang ketat

Apalagi di era globalisasi, dimana persaingan bukan lagi antar produk lokal tapi juga ditambahi produk impor. Mulai dari perang harga sampai perang kualitas.

Kesalahan pemula, berani membuka bisnis tanpa ada kesiapan menghadapi persaingan. Terlalu fokus pada produk sendiri dan tidak melihat kondisi kompetisi.

5. Promosi yang tidak efektif

Promosi bukan sekadar memasang baliho, banner, spanduk, iklan atau berkutat pada sosial media. Jika pandangannya hanya meliputi itu, tanpa konsep promosi yang jelas. Itu namanya bunuh diri.

Membuang biaya, waktu, dan tenaga. Tapi tidak berhasil menjual.

Simpulannya....

Kesalahan di atas hanya sebagian. Pada intinya, seperti ini,

Strategi pemasaran yang dilakukan kurang matang, atau bahkan tanpa strategi pemasaran sama sekali.

Coba tonton video singkat berikut ini.

Sumber : Channel Youtube Makanlagi

Video di atas, merupakan video tentang penjual es teler di Jalan Soekarno Hatta, Malang – tepatnya di depan Taman Krida Budaya.

Sekedar informasi, es teler yang dikenal dengan nama Es Teler Selera Anda tersebut merupakan salah satu es teler yang terkenal enak dan ramai di Kota Malang.

Dari sini apa bedanya dengan es teler – es teler lainnya? Dan apa kaitannya dengan cara meningkatkan omset penjualan dengan cepat?

Tentu ada kaitannya....

Perbedaannya terletak pada strategi pemasarannya.

Hampir di bagian akhir video, penjual sekaligus pemilik Es Teler Selera Anda – Pak Agus mengatakan, dia bergeser ke tempat yang lebih luas agar ada tempat parkir.

Sederhana memang, tapi itu termasuk strategi pemasaran yang bisa menjadi salah satu cara dalam membantu meningkatkan omset penjualan. Bisa di bilang, Pak Agus mempertimbangkan tempat usaha yang strategis dan bentuk pelayanan (tempat parkir luas) sebagai cara meningkatkan omset penjualannya.

Pada dasarnya, strategi pemasaran yang tepat, dan yang bisa meningkatkan omset penjualan itu adalah strategi yang menunjukkan apa perbedaan kita dengan pesaing.

Maksud strategi pemasaran yang beda itu begini....

Gambarannya seperti ini, Es Teler Selera Anda ramai pembeli, sementara banyak es teler-es teler di Malang yang tidak ramai pembeli. Padahal sama-sama es teler, lalu apa bedanya? Ya strateginya itu.

Apa strategi pemasaran yang dilakukan Es Teler Selera Anda hanya masalah tempat usaha yang strategis – di tepi jalan raya besar, dekat pusat kegiatan dan area kampus, serta pelayanan tempat parkir saja?

Tidak, masih ada kualitas produk yang menurut saya lebih dari yang lain.

Terutama dari penggunaan bahan susu yang melimpah – intinya tidak perhitungan dengan bahan. Sehingga rasanya tidak hanya segar, tapi juga enak dan memiliki kesan bagi konsumen. Jadi, tidak jarang konsumen melakukan pembelian kembali di kemudian hari.

Proses pembuatan yang cepat meski sedang banyak antrian serta pelayanan yang ramah dan murah senyum juga menjadi pembeda dengan es teler lain.

Bayangkan saja, dengan strategi pemasaran yang tampak sederhana dan mungkin belum teroganisir dan terencana dengan baik, Es Teler Selera Anda ini sudah sangat laris. Bahkan Jam dua siang sudah sering kehabisan.

Bagaimana jika strategi pemasaran dibuat lebih terencana, bukankah Es Teler Selera Anda ini bisa semakin besar. Seperti dengan melebarkan pasar dan strategi-strategi pemasaran lainnya.

Itulah.... pentingnya strategi pemasaran kalau kita ingin mencari cara meningkatkan omset penjualan dengan cepat.

Itu juga yang membedakan kita dengan pedagang-pedagang kecil pada umumnya. Kebanyakan dari mereka lebih mengharapkan hasil apa adanya.

 

Kabar baiknya,

saat ini belajar strategi pemasaran yang efektif atau cara meningkatkan omset penjualan bukan hal yang sulit lagi....

Ada banyak sumber pembelajaran yang tersedia....

Baik yang berbayar (Buku + Kursus/Seminar offline maupun online + ebook berbayar)

Atau yang gratis - kebanyakan ini yang digemari (seperti mencari tutorial secara online - baik video, ebook, atau artikel)

Yang berbayar seharusnya lebih baik dari yang gratisan... logikanya begitu....

Tapi hati-hati.... tidak semua yang berbayar sebanding dengan kualitas... (bisa dibilang, kualitasnya jelek)

Jadi harus lebih selektif, bisa melihat dari track record (rekam jejak) dan review dari orang lain yang sukses menerapkan metodenya....

Meski begitu, bukan berarti yang gratisan (seperti artikel – ex. Artiekl Pemasaran) tidak ada yang berkualitas... bahkan bisa lebih dari yang berbayar....asalkan jeli....

Memang susah mencarinya, apalagi dari artikel tentang strategi pemasaran yang berbahasa Indonesia....

Bukan berarti kalau artikel strategi pemasarannya menggunakan bahasa Indonesia itu jelek, tapi yang membuat artikel strategi pemasaran sering secara ala kadarnya....

Maksudnya begini...

Seperti saat mencari pada mesin pencari (misal google) dengan kata kunci "Strategi Pemasaran", “Cara meningkatkan omset penjualan dengan cepat”, “Cara meningkatkan penjualan”, “Strategi meningkatkan omset penjualan”, “Strategi menaikan omset” atau “Strategi pemasaran yang efektif”

Dari sekitar 20 lebih artikel pemasaran yang saya temukan, hanya satu yang bisa saya rekomendasikan...

Strategi Meningkatkan Penjualan oleh Muhammad Hafizh, karena tidak sekadar teori tapi berdasar pengalaman yang pernah dilakukan – bisa diterapkan.

Dan salah satu strategi penjualan yang cukup efektif (karena saya juga pernah menerapkan dan akan saya ulas juga nanti) adalah pada poin Blusukan. Yaitu Sharing dulu, baru Selling kemudian.... Singkatnya, branding dulu baru menjual....

(Tapi,akan lebih baik lagi jika artikelnya diperbaiki dengan penjelasan yang lebih mendalam dan lebih dilengkapi)

Kenapa artikel tentang strategi pemasaran yang lain tidak direkomendasikan?

  1. Tidak lengkap
  2. Hanya menggambarkan secara umum – kurang mendalam
  3. Terlalu teoritis

Padahal.... Jika membahas tentang cara meningkatkan omset penjualan tidak bisa hanya sekadar teori (meski semua berawal dari teori) harus bisa diterapkan.... agar bisa dilihat hasilnya....

Sekarang, perhatikan salah satu kutipan artikel yang saya temukan berikut dan sudah saya sunting sedikit. Ini salah satu poin saja!

Pilih lokasi yang strategis. Yup , dalam memilih lokasi iklan-iklan anda sangat dianjurkan untuk memilih lokasi yang sangat tepat dan strategis yaitu pilihlah beriklan di Marketplace- Mudah - Aman - Nyaman - Terpercaya - Asyik - Banget , jaminan SEO tinggi langsung terindeks di mbah Google dan mesin pencari lainnya. (Hanya segitu, tidak lebih)

Maka.... sudah bisa dipastikan pembaca akan kesulitan untuk menerapkannya....

Apa yang salah Jika strategi pemasarannya seperti itu?

Saya setuju dengan pemilihan lokasi strategisnya, tapi saya tidak setuju dengan penjelasannya yang hanya singkat, tidak lengkap, kurang mendalam, dan terlalu teoritis....

Lalu, strategi pemasaran yang layak dibaca seperti apa?

Cari Strategi Strategi Pemasaran yang ciri-cirinya seperti ini!

  1. Memberi gambaran mengapa panduan itu penting, seperti menjelaskan alasan, maksud, dan tujuan strateginya.
  2. Bisa diterapkan, tidak sekadar teori.
  3. Memberikan cara bagaimana kita bisa menerapkannya

Strategi pemasaran untuk meningkatkan omset penjualan yang saya sajikan pada blog ini akan dibuat selengkap mungkin disertai contoh serta langkah-langkahnya, agar lebih mudah untuk diterapkan...

Pada dasarnya, strategi pemasaran untuk meningkatkan omset penjualan memang tidak bisa lepas dari teori... Tapi yang perlu digaris bawahi, adalah penjelasannya yang lebih mendalam sehingga teori bisa diterapkan....

....ada banyak sekali teori.... tapi saya rasa Strategi Pemasaran 4P dan STP sudah cukup....

Apa itu Strategi Pemasaran 4P dan STP?

Penjelasannya singkat saja, karena dari awal pembahasan strategi menaikan omset ini lebih fokus pada penerapannya – turunan dari teori

Strategi Pemasaran 4P adalah strategi pemasaran yang terdiri dari Place (lokasi), Product (produk), Price (harga), dan Promotion (promosi)

……sementara Strategi Pemasaran STP adalah strategi yang terdiri dari Segmentation (segmentasi pasar), Targeting (penargetan konsumen berdasar segmentasi yang telah dibuat), dan Positioning (bagaimana menjelaskan posisi produk kepada konsumen yang telah ditargetkan)

Dari Strategi Pemasaran 4P dan STP tersebut, ada lebih dari 30 cara meningkatkan omset penjualan yang bisa diturunkan....

Yang selanjutnya terbagi dari beberapa BAB berikut!

Baca satu-persatu atau baca sesuai yang Anda mau!

BAB I

Usaha yang Bagus dengan Barang yang Cepat Laku Dijual

Ada banyak sekali yang ingin terjun di dunia bisnis, AWALNYA. Tapi, ketika ditanya ingin usaha apa banyak dari mereka yang masih bingung, tidak tahu, akhirnya tidak jadi berbisnis. Artikel ini membahas cara menentukan barang yang cepat laku dijual agar bisa menjawab usaha apa yang bisa dilakukan.

BAB II

10 Strategi Penetapan Harga Produk dalam Pemasaran

Manusia itu makhluk ekonomi, berharap hasil maksimal dengan usaha (biaya) yang sekecil mungkin. Termasuk konsumen. Jika berhasil memanfaatkan kepekaan terhadap harga ini, penjualan bisa meningkat secara drastis. Bagaimana caranya? Baca saja artikel ini!

BAB III

Strategi Promosi Pemasaran yang Efektif

Usaha tanpa promosi sama dengan membunuh bisnis itu sendiri. Sekuat apapun brandingnya! Karena pada dasarnya branding juga berawal dari promosi. Permasalahannya, promosi itu butuh biaya. Dan bila tidak tepat sasaran bisa membuang biaya. Jadi, dibutuhkan Strategi promosi yang efektif. Coba baca artikel berikut ini untuk mempelajarinya!

BAB IV

Cara Menentukan Tempat Usaha yang Strategis Agar Jualan Laris

Tempat Usaha yang Strategis membuat sebuah bisnis sudah menjalankan 50% dari keseluruhan strategi pemasaran, karena bisa mendatangkan banyak pengunjung dengan sendirinya. Masalahnya, tidak semua orang tahu cara menentukan tempat usaha yang strategis itu bagaimana. Sebagai solusinya, coba baca panduan satu ini!

BAB V

Strategi Pemasaran Online untuk Meningkatkan Penjualan

Kita tidak bisa menutup mata, jikalau strategi pemasaran online sangat efektif untuk meningkatkan penjualan. ASAL TAHU CARANYA. Itulah permasalahannya. Pemasaran online atau yang biasa disebut internet marketing benar-benar butuh pemahaman yang mendalam. Coba baca artikel ini agar bisa lebih memahami.

Dari sekian banyak itu, mana strategi pemasaran untuk meningkatkan omset penjualan yang paling efektif?

Semua metode tentang cara meningkatkan omset penjualan akan menjadi efektif jika menerapkan prinsip PDCA.

PDCA bisa dijabarkan menjadi Plan, Do, Check, Action, atau saya biasa menyebutnya menjadi  4M (Merencanakan, Melakukan, Mengontrol, dan Mengatasi)

Merencanakan,

Anda pernah dengar istilah, gagal dalam merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Perencanaan yang asal-asalan, atau bahkan tidak merencanakan sama sekali akan banyak membuang tenaga, biaya dan tentunya waktu. Sebab, target menjadi tidak terukur dan langkah atau cara yang ditempuh menjadi tidak sistematis. Dalam perencanaan inilah Anda bisa mengukur target yang ingin Anda capai, tenaga atau sumber daya yang harus disiapkan. Jadi,harus benar-benar matang.

Melakukan,

Tidak akan ada perubahan apapun meski Anda sudah membaca banyak literatur terkait cara meningkatkan omset penjualan dengan cepat sebanyak apapun dan merencanakannya sematang apapun jika tidak Anda terapkan, iya kan? Dan…. Anda tidak akan tahu metode yang paling efektif untuk usahamu jika tidak melihat sendiri hasil dari yang Anda terapkan…. Benar kan?

Mengontrol,

Melakukan metode tanpa pengontrolan sama halnya melakukan hal yang sia-sia…. Sebab, Anda tidak tahu perubahan hasilnya…. Apakah sudah sesuai dengan yang Anda rencanakan dan apakah targetmu tercapai atau tidak. Dari pengontrolan ini pula Anda bisa tahu letak permasalahan yang harus dievaluasi karena menghambat kinerja peningkatan omset penjualanmu. Jika hasilnya sama dengan yang Anda harapkan atau lebih, metode tersebut dapat ditingkatkan…. Tapi jika hasil yang diperoleh justru sebaliknya (lebih kecil dari yang Anda harapkan), jangan terburu menyatakan metode itu tidak layak pakai…. Sebaiknya evaluasi dulu, karena ketika usaha lain bisa dan usahamu tidak berhasil, pasti ada yang salah….

Mengatasi,

Pada dasarnya tidak ada metode peningkatan omset dengan cepat yang sempurna, tapi kita tetap wajib mengusahakan metode terbaik yang menuju sempurna. Dalam artian, selalu ada permasalahan yang bisa menghambat. Nah… dari hasil pengontrolan yang telah dilakukan, akan muncul hasil evaluasi. Dan dari hasil evaluasi permasalahan itu, maka kita harus mengatasinya….

Untuk metode yang saya rekomendasikan adalah kreatif pada produk dan promosi yang unik…. Dua metode tersebut menekankan pada inovasi…. dan Inovasi menghasilkan sesuatu yang terasa baru dan berbeda…. Hal seperti itu sangat mudah untuk diingat oleh konsumen….

Saat ini…. itu saja cara meningkatkan omset penjualan dengan cepat yang bisa saya sajikan….

Pertanyaan, komentar, kritik, dan saran bisa disampaikan melalui kolom komentar.....

Dan apabila artikel tentang Strategi pemasaran untuk meningkatkan omset penjualan dengan cepat ini bisa membantu bagi mereka yang baru memulai usaha atau mereka yang sedang mengalami masalah pada omset penjualannya (gagal meningkatkan omset penjualan), maka akan sangat membantu jika Anda bisa membagikan artikel ini pada mereka….

Dapatkan strategi marketing GRATIS, untuk meningkatkan omset penjualan Anda!

  • 21
    Shares

Kukuh Niam Ansori

Kukuh Niam Ansori - Account Officer at BPR Lestari Jatim. Membuat blog kecil ini dengan tujuan hendak membangun perbincangan santai tapi konstruktif sehingga bisa memberi dampak bagi orang lain (pembaca blog ini utamanya) terkait pengembangan bisnis, investasi, marketing, dan cara meningkat omset penjualan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *