Cara Menentukan Tempat Usaha yang Strategis

Cara Menentukan Tempat Usaha yang Strategis

Cara Menentukan Tempat Usaha yang Strategis

Tempat usaha yang strategis membuat sebuah bisnis sudah menjalankan 50% dari keseluruhan strategi pemasaran. Hanya dengan memiliki tempat usaha strategis, pengunjung – konsumen – pelanggan bisa datang dengan sendirinya.

Tahu Mc Donald?

Pernah melihat salah satu perusahaan waralaba terkenal itu membuka franchisenya di daerah terpencil, seperti dekat hutan, di dekat persawahan, jauh dari keramaian, jauh dari jalan raya, masuk gang-gang kecil, di area perkampungan dengan jalan-jalan sempit? Pernah?

Pasti tidak....

Salah satu alasan utamanya karena tempat usaha yang strategis ini....

Di luar branding-nya yang memang sudah kuat, waralaba seperti Mc Donald berharap pengunjung akan datang dengan sendirinya jika tempat usaha mereka strategis.

Pernah nonton film Thailand dengan judul The Billionaire (TOP Secret)?

Film tentang kisah sukses dari seorang pemuda Thailand yang bernama Top.

Ada sedikit cerita inspiratif terkait film tersebut.... terkait pentingnya tempat usaha yang strategis...

Saya buatkan screenshot cuplikan film yang penting-penting saja (Lebih jelas bisa cari dan nonton filmnya)

Cara Menentukan Tempat Usaha yang Strategis

Cara Menentukan Tempat Usaha yang Strategis Dari Film The Billionaire

Penjelasan adegannya seperti ini!

  1. Adegan satu, Top menandatangani kontrak sewa tempat di Mall tanpa mempertimbangkan apapun terkait lokasi.
  2. Lokasi yang disewa mulai ditempati, tapi apa yang terjadi....
  3. Dagangan kacangnya tidak laku meski dijual di dalam Mall sekalipun
  4. Top melakukan survey pasar dan secara tidak sengaja menemukan solusi bahwa kuncinya adalah Tempat Usaha yang Strategis
  5. Setelah itu Top melakukan negosiasi dengan staf Mall untuk menyewa tempat usaha yang lebih strategis…
  6. Dan, penjualan kacangnya menjadi meningkat drastis.

Itu dampak dari tempat usaha yang strategis, apalagi dalam kasus film di atas, produknya adalah produk baru. Yang tentu saja belum memiliki branding yang kuat.

  • Pada lokasi pertama, Branding lemah + Lokasi tidak strategis = Jualan tidak laris
  • Sementara lokasi kedua, Branding masih lemah + Tempat usaha yang strategis = Pengunjung datang sendiri dan Jualan laris

Terkait tempat usaha yang strategis ini, sangat disayangkan karena banyak yang menyepelehkan hal ini.... atau lebih tepatnya, tidak tahu kalau lokasi usaha yang strategis bisa memberi dampak pada peningkatan omset penjualan...

Tapi, sekarang sudah paham, bukan?

Biasanya, setelah paham dan percaya kalau lokasi usaha yang strategis itu penting.... permasalahan lainnya pun muncul

Tidak tahu lokasi usaha yang strategis itu seperti apa?

Kebanyakan, hanya menggunakan pendapat pribadi masing-masing, merasa tempat usaha yang dipilih sudah strategis (hanya karena di tepi jalan – meski tidak tahu keadaan arus lalu lintas atau orang yang lalu lalangnya bagaimana)

Lebih tepatnya, asal merasa strategis saja tanpa disertai standar kriteria tempat usaha yang strategis itu bagaimana.... (Yah, seperti pemilihan lokasi pertama yang dilakukan Top – pada screenshot film di atas)

Akhirnya, setelah buka usaha kondisinya tetap saja sepi pengunjung....

Tapi jangan khawatir, ada solusinya....

Pada artikel ini akan ada cara menentukan tempat usaha yang strategis, dimana saya bagi menjadi tiga bagian....

  • Berdasarkan dana,
  • kreafitas, dan....
  • peluang....

Mari kita mulai.

1. Cara Menentukan Tempat Usaha yang Strategis dengan Anggaran Dana Besar

Tempat usaha yang strategis = harganya mahal, entah itu sewa atau beli

Itu fakta.

Hanya jika beruntung saja maka bisa mendapatkan harga yang murah....

Tapi.... Harga yang mahal, tak berarti tempat usahanya itu strategis.

Kok bisa?

Seperti yang saya jelaskan di atas, hanya karena harganya mahal, menurut pendapat pribadi sudah strategis, dan tanpa penetapan standar kriteria tempat usaha yang strategis bukan berarti tempat usaha tersebut menjadi strategis....

Karena itulah, saya akan menjelaskan cara menentukan tempat usaha yang strategis, dimana sebanding dengan harganya nanti.... Harga tidak mengecewakan lokasi usaha yang diperoleh.... Bahkan, akan lebih bagus lagi jika tempat usahanya memiliki nilai (value) lebih dari harganya....

Tentu butuh kejelian, kriteria, dan riset....

Untuk dana, saya asumsikan sudah ada anggaran untuk tempat usahanya....

Sebelumnya, ada pertanyaan seperti ini!

Jika tempat usaha yang strategis itu penting!

Lalu…. bagaimana dengan usaha yang laris meski lokasinya terpencil, masuk gang, atau bisa dibilang lokasinya sama sekali tidak strategis?

Perhatikan baik-baik penjelasan saya berikut!

Pertama,

Strategi pemasaran sudah saya jelaskan di bab pendahuluan Strategi Pemasaran untuk meningkatkan omset penjualan dengan cepat bahwa bukan hanya terdiri dari tempat usaha,

….masih ada produk, promosi, dan harga juga kan? Bisa jadi, usaha yang laris manis tersebut menjual produk yang sudah memiliki nama (branding) dan memiliki pelanggan yang loyal (menang dalam strategi produk)

Di Malang, ada cabang bakso Presiden yang lokasinya terletak tepat di samping rel kereta api… Jalan raya terdekat bisa dibilang tidak terlalu luas dan bukan merupakan akses jalan yang ramai dilalui atau bukan jalan akses utama… Tapi, tetap saja bakso tersebut ramai dikunjungi….

Tentu saja itu karena rasanya (kualitas) disukai konsumen dan sudah memiliki pelanggan yang loyal….

Pertanyaannya, bagaimana dengan usaha Anda? Apa sudah memiliki nama dan pelanggan yang loyal?

Pernyataan kedua,

Jika di lokasi yang tidak strategis produk Anda sudah laris…. apa Anda tidak berpikir jika lokasi usahanya semakin strategis produknya akan semakin laku keras?

Jadi, Anda mau tetap mengandalkan pelanggan yang loyal atau berkeinginan untuk menambah jumlah pelanggan?

Bagaimana jika pelanggannya lari karena kita pindah lokasi?

Itu sebuah logika yang menghambat usaha untuk berkembang…. Tapi, saya tidak bisa serta merta menghakimi logika seperti itu…..

Ada dua solusi,

  • Jangan terburu pindah, saat tempat usaha yang baru sudah siap sebulan atau dua bulan sebelumnya selalu informasikan kepada pelanggan bahwa akan pindah tempat usaha…. informasikan dengan sejelas mungkin…. bisa dengan brosur, spanduk, atau dari mulut ke mulut….
  • Lalu…. buat cabang…. dan perlakuannya sama saja, informasikan sejelas mungkin….

Keuntungannya lagi,

jika usaha Anda memiliki tempat usaha yang strategis, seperti mudah diakses dan terdapat tempat parkir (contoh)

Maka pelanggan akan merasa lebih nyaman karena tidak perlu memarkir kendaraan jauh-jauh…. misalnya saja seperti itu…. benar kan?

Jika Anda masih ingin bersaing di era global, dimana persaingan semakin ketat ini…. segeralah bergegas mencari tempat usaha yang strategis…..

Jangan sampai, semua tempat usaha yang strategis sudah habis dimanfaatkan oleh para perusahaan besar seperti McDonald yang saya jelaskan di atas...

Ah ya, perusahaan besar….

Bahkan… perusahaan besar memiliki banyak kriteria khusus dalam menentukan tempat usaha yang strategis…. seperti aksesibilitas (kemudahan untuk diakses atau dekat dengan jalan raya)

Sebagai contoh, KFC menerapkan syarat lokasi untuk waralabanya seperti berikut:

  1. KFC Freestanding harus memiliki ukuran kavling minimal luas 1.500 m2 – 2.500 m2 dengan lebar muka minimal 30 m.
  2. Sementara KFC Ruko / inline harus memiliki ukuran bangunan ruko minimal luas 300 m2 lantai dasar dengan lebar muka minimal 15 m, ditambah areal parkir yang cukup.
  3. KFC Freestanding dan inline lokasi terletak di jalan utama atau jalan raya, diutamakan di hook (perempatan/ pertigaan) yang berpotensi bisnis bagus dan menjanjikan.
  4. Status kepemilikan lokasi adalah milik sendiri
  5. Menyediakan bangunan struktur, IMB, fasilitas pendukung sesuai kriteria KFC

Sumber dari Info waralaba KFC

Saya akan membantu menentukan beberapa kriteria atau standar yang bisa Anda gunakan untuk menentukan tempat usaha yang strategis….

Ini Kriteria Tempat Usaha yang Strategis-nya!

Aksesibilitas

Semakin mudah tempat usahanya untuk diakses, maka bisa memberi peluang lebih mudah untuk didatangi oleh konsumen.

Saya jelaskan dengan cerita singkat.

Budi sedang dalam perjalanan jauh menggunakan mobil, di tengah jalan dia merasa lapar dan ingin makan. Budi tidak tahu daerah sekitar, jadi dia bertanya ke warga sekitar tentang tempat makan yang terdekat. Ada dua tempat makan,

  • Tempat makan A, lokasinya terletak di tepi jalan
  • Tempat makan B, lokasinya masih harus masuk gang kecil

Sekarang, tempat makan mana yang dipilih Budi?

Tentu jawabannya adalah tempat makan A, karena mudah diakses....

Beberapa kriteria yang bisa jadi standar aksesibilitas tempat usaha seperti ini:

  1. Jarak dari jalan raya atau lalu lintas
  2. Kemudahan untuk dicapai
  3. Rata-rata lalu lintas harian dari rute dengan akses langsung terhadap tempat usaha
  4. Jarak terhadap pemberhentian transportasi umum terdekat
  5. Jarak dari pusat kegiatan

Demografi

Secara sederhana, Demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika populasi, yang meliputi karakteristik dari penduduk (seperti ukuran, usia, jenis kelamin, hobi, kebiasaan, dll), persebaran penduduk, serta dinamika jumlah penduduk yang disebabkan migrasi, kelahiran, dan kematian.

Apakah Demografi penting untuk bisnis?

Sangat penting – Ini terkait target market – Yang dijadikan dasar menentukan strategi pemasaran paling efektif (termasuk mencari tempat usaha yang strategis)

Memang ada pandangan jika memasarkan ke semua orang, amaka pembelinya akan semakin banyak....

Masuk akal.... Tapi SALAH

Ada sedikit cerita lagi,

Budi menjual peralatan memancing.... Dia ingin mempromosikan produknya melalui Facebook karena beranggapan teman Facebooknya sangat banyak (Anggap saja 5000 teman)

Lalu dia mempromosikan pada status Facebook dan pada semua grub Facebook yang dia menjadi anggotanya. Dengan harapan, teman-teman Facebook – Terutama yang mengenalnya akan membeli...

Apakah semua teman Facebook Budi membeli peralatan memancing dari Budi?

Tentu tidak!

  • Dari semua teman Facebook, hanya sebagian yang melihat promosi Budi
  • Lebih sedikit lagi yang tertarik dengan promosi Budi
  • Jauh lebih sedikit lagi yang memberikan respon, seperti komentar, suka, dan share
  • Dan jauh.... jauh..... lebih sedikit lagi yang membeli

Karena tidak semua teman Budi suka memancing...

Berbeda jika Budi mempromosikan pada grub atau komunitas memancing, bisa saja anggotanya tidak sebanyak teman-teman Budi.... Tapi potensi pembeliannya lebih besar....

Ada satu fakta lagi!

20 Alasan Startup Gagal

20 Alasan Startup Gagal, Sumber: cbinsights.com

Memang, cenderung data untuk startup, tapi bisa juga menggambarkan bisnis secara global.

42% penyebab kegagalan karena tidak dibutuhkan pasar, sama seperti cerita Budi di atas... Produk tidak dibutuhkan. Dengan kata lain, tidak melakukan target pasar....

Target pasar bisa disesuaikan dengan kondisi Demografi.... Yang nantinya bisa dijadikan kriteria menentukan tempat usaha yang strategis.

Contohnya begini,

Usaha Restoran mewah target pasarnya penduduk berpenghasilan menengah ke atas, lokasi yang tepat adalah di sekitar area penduduk dengan penghasilan menengah ke atas.

Ini kriteria tempat usaha strategis berdasarkan kondisi Demografi yang bisa jadi referensi

  1. Jumlah penduduk
  2. Rata-rata pendapatan penduduk
  3. Profesi penduduk setempat
  4. Hobi dan kebiasaan

Semakin lengkap data demografi yang diperoleh maka akan lebih spesifik target pasar yang bisa ditentukan, sehingga bisa membuat tempat usaha jauh lebih strategis karena bisa sesuai dengan kondisi demografi penduduk sekitar.

Persaingan

Semakin banyak pesaing, persaingan akan semakin ketat....Sebaliknya, semakin dikit pesaing di sekitar tempat usaha, semakin besar peluang didatangi pelanggannya..... Lebih bagus lagi jika tidak ada pesaing... karena usahanya akan mendominasi.

Sekarang cari jumlah pesaing di sekitar area tempat usaha, baik itu pesaing utama atau sekunder.

  1. Jumlah pesaing utama dalam radius 1 Km
  2. Jumlah pesaing sekunder dalam radius 2 Km

Fasilitas Penunjang

Kelihatannya sepele, tapi sangat penting.

Secara tidak langsung, ini adalah bentuk pelayanan.... Dan seperti prinsipnya, semakin baik pelayanannya maka pelanggan akan semakin loyal.

Bayangkan, jika harus pergi ke rumah makan dengan kondisi yang sangat lapar, akan tetapi lahan parkirnya sangat sempit dan sedang penuh. Akibatnya, kesulitan mencari tempat parkir. Sampai-sampai harus parkir di tempat lain dan harus berjalan cukup jauh untuk sampai di rumah makan.

Selesai makan, pulang, dan di kemudian hari sedang lapar lagi.

Pasti harus berpikir dua kali untuk makan di tempat yang sama.

Jika itu rumah makan Anda, pelanggan Anda jadi hilang.

Ini sedikit kriteria yang bisa dijadikan standar.

  1. Luas lahan (tempat usaha)
  2. Tersedia fasilitas parkir
  3. Kamar mandi
  4. Tempat ibadah

Anda bisa menambah atau mengurangi kriteria jika ingin mengimprovisasinya….

Ada tips tambahan dalam menentukan tempat usaha yang strategis

Lebih tepatnya, kalau di atas tadi adalah kriteria tempat usaha yang strategis, sementara kali ini lebih dalam melakukan survey lokasi.

Dalam menentukan lokasi usaha yang strategis, hukum wajibnya adalah berperilaku seperti konsumen. Sebab yang akan datang membeli konsumen kan, bukan pemilik usahanya?

  1. Ambil gambar dengan jarak kurang lebih 20 meter dari arah depan, samping kanan, samping kiri, serong kanan, dan serong kiri.
  2. Dari gambar yang telah diambil, coba nilai apakah lokasi usahanya bisa terlihat jelas dari semua sisi (tidak ada yang menghalangi seperti pohon, papan reklame, dll)
  3. Apabila ada yang menghalangi, solusinya tidak harus pindah lokasi atau menghilangkan sesuatu yang menghalangi. Bisa dijadikan aset untuk daya tarik. Misal saja terhalang pohon, bisa dengan memasang papan reklame di dekat pohon dengan tulisan “ADA APA DI BELAKANG POHON?” (Ini misal saja, bisa dibuat lebih menarik dan membuat penasaran pelanggan untuk melihatnya)
  4. Naiki kendaraan mengikuti lalu lintas yang ada, apakah bisa melihat tempat usahanya, kepadatan lalu lintasnya, bagaimana kemudahan berbeloknya, kemudahan dalam memarkir kendaraan, dan jarak serta kesulitan berputar arah jika dari seberang.

Bagaimana dengan online shop, apa harus memiliki tempat usaha?

Ya…. itu tetap wajib…..

Minimal, jika belum memiliki biaya, bisa menggunakan rumah sendiri sebagai tokonya….. Dan jika sudah ada biaya , maka Anda wajib mencari tempat usaha yang strategis….

Memangnya kenapa?

Begini, era modern dimana teknologi semakin canggih (terutama media komunikasi dan internet) tidak hanya memberikan dampak baik, tapi sekaligus dampak buruk yang juga besar…. Salah satunya adalah toko online bodong yang melakukan penipuan…..

Dan….. toko online bodong tidak memiliki tempat usaha lhoh….. Anda mau, online shop milik Anda dianggap toko online bodong? Tentu saja tidak, bukan?

Oleh sebab itu, memiliki tempat usaha (sebagai toko offline-nya) bisa meningkatkan kredibilitas pada online shop milik Anda…. Keuntungan keduanya, selain memperoleh pelanggan dari online, juga bisa memperoleh pelanggan dari offline….

2. Kreatif dalam Menentukan Tempat Usaha yang Strategis

Masalah terbesar dalam mencari tempat usaha yang strategis terletak pada biaya…. Semakin strategis tempat usahanya cenderung semakin tinggi biaya untuk beli atau menyewanya…..

Tenang, masih ada solusinya....

Berpikir kreatif.... bukan lagi mencari tempat usaha yang strategis, tapi membuat tempat usaha biasa menjadi strategis....

Beruntunglah, saat ini kita berada di era digital.... dimana, segala sesuatu yang menarik sering didokumentasikan lalu disebar luaskan melalui sosial media seperti facebook, instagram, atau blog – pada dasarnya disebar luaskan oleh pengguna internet.

Dan.... sampai bulan Januari 2017, terdapat 51% dari 262 Juta jiwa – atau setara 132,7 juta jiwa penduduk Indonesia menggunakan internet. Sebesar 40% (106 Juta jiwa) populasi adalah pengguna sosial media.

Data pengguna Internet di Indonesia Tahun 2017 Sumber Wearesocial

Data pengguna Internet di Indonesia Tahun 2017 Sumber Wearesocial

Ada satu kabar baik lagi, 72% dari 132,7 juta jiwa pengguna internet di Indonesia berusia antara 10-44 tahun. Usia dimana mereka menggandrungi perburuan lokasi unik untuk dijadikan tujuan akhir pekan (Usia menggemari refreshing).

Data Komposisi Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2016

Data Komposisi Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2016, Sumber:APJII

Manfaatkan itu....

Tentu saja mereka tidak hanya sekadar mengunjungi, tapi juga berburu gambar atau video menarik yang kemudian disebar luaskan melalui sosial media (Facebook, Instagram, atau juga Blog pribadi)

Dengan disebar luaskannya tempat usaha Anda melalui sosial media atau blog, secara tidak langsung Anda memperoleh endorse, dan itu gratis….

Dan pengunjung yang penasaran akan terus berdatangan.... mengambil gambar, lalu disebar luaskan lagi... begitu terus.

Tempat usaha seperti ini syarat utamanya hanya bisa diakses (dan setidaknya memiliki lahan parkir)

Jadi…. tidak harus di area dekat pusat kegiatan atau dekat dengan lalu lintas yang padat….

Bahkan…. di Kota Batu, Malang terdapat lokasi cafe yang memanfaatkan lokasi wisata…. Salah satunya adalah Cafe Dancok yang terletak di kawasan wisata Coban Rondo….

cafe dancok, Sumber anomhaya.com

cafe dancok, Sumber anomhaya.com

cafe dancok dari pinterest

cafe dancok dari pinterest

Strategi utamanya adalah menyediakan venue yang menarik dan dekorasi unik sebagai obyek dokumentasi….

Secara otomatis, pengunjung bertambah, dan omset penjualan pun meningkat.

Dekorasi unik dan bertema juga bisa menjadi pilihan.

Membuat tempat usaha strategis berdasarkan kreatifitas, tidak hanya tentang menyulap lokasi yang memang sudah memiliki venue menarik (seperti bernuansa alam) menjadi semakin memiliki nilai tambah....

Tapi bisa juga menyulap lokasi yang sudah ada menjadi lebih menarik untuk dilihat dan dikunjungi... prinsipnya sama, menarik untuk diambil gambar lalu diposting pada akun sosial media.

Caranya seperti ini.

  1. Menentukan tema – mungkin ini yang tersulit, karena salah tema maka akan berantakan. Sebaiknya buat beberapa konsep tema yang belum pernah ada (saya rasa ini wajib – sebagus-bagusnya tema jika hanya meniru tidak akan menarik lagi) Jika kesulitan, bisa menerapkan adopsi inovasi – bukan meniru secara utuh, tapi mempelajari tema yang sudah ada, lalu memberikan inovasi.
  2. Minta pendapat kepada orang lain, dari beberapa konsep tema yang dihasilkan, mana yang terbaik. Semakin banyak orang yang ditanya akan semakin baik.
  3. Anggarkan dana untuk mendekorasi sesuai tema terpilih, buat anggaran yang seefisien mungkin – manfaatkan kreatifitas, karena konsep awalnya menerapkan inovasi. Bisa saja menyulap barang bekas menjadi lebih bernilai.

Contoh, menyulap tong bekas menjadi kursi yang unik.

Tong bekas jadi kursi, Sumber: Pinterest

Tong bekas jadi kursi, Sumber: Pinterest

Saat ini, di Malang ada banyak cafe yang bisa dibilang menjual dekorasi foto daripada menunya….. Membuat dekorasi dinding menarik atau juga tata letak yang merangsang untuk diambil gambarnya….

Ini beberapa contohnya!

alice tea room

alice tea room

keylabs cafe

keylabs cafe

3. Tempat Usaha Strategis dengan Jeli Melihat Peluang

Anda pasti tahu kan siapa saja konsumen yang akan tertarik dengan produk Anda?

Jika Anda tidak tahu, itu kesalahan yang fatal!

Bayangkan begini, memasarkan produk  pada konsumen yang salah, peluangnya untuk laku sangatlah kecil…. (Sudah saya bilang di atas kan!)

Akan saya gambarkan dalam bentuk cerita sekali lagi.

Andi menjual obat diabetes tapi memasarkannya pada anak sekolahan…. sekarang, siapa yang akan membeli?

Bisa jadi tidak ada…. jika sekalipun ada, mungkin hanya anak sekolahan yang memiliki keluarga atau orang tua yang sedang menderita sakit diabetes….

Inilah pentingnya Anda melakukan segmentasi pasar dan menargetkan konsumen sesuai segmentasi dan karakteristik produk…. Tidak bisa asal....

Dari target konsumen tersebut, bisa digunakan sebagai kriteria dalam mencari tempat usaha yang strategis…..

Bisa dibilang, langkah ini dapat digunakan untuk memangkas biaya dalam mencari tempat usaha yang strategis….

Strategi utamanya adalah mendekatkan tempat usaha dengan konsumen….

Contohnya begini,

Andi memiliki usaha pakaian yang pasarnya anak muda, usia 16 tahun sampai 24 tahun…. Tempat usaha yang tepat, tentu saja dekat dengan area kampus dan SMA….

Satu contoh lagi, Budi menjual sayuran organik yang dikemas secara modern, seperti menggunakan plastik wrap…. dan target konsumennya adalah ibu rumah tangga yang tidak sempat pergi ke pasar karena lokasinya jauh….

Melihat peluang tersebut, Budi bisa membuka tempat usaha di dekat area kompleks perumahan yang jauh dari pasar….

Langkahnya sama seperti melakukan survey keadaan demografi penduduk yang disesuaikan target pasar – sudah saya jelaskan di atas.

Akan lebih bagus lagi jika survey yang dilakukan lebih detail lagi, seperti:

  • Pekerjaan dan jabatan, perkiraan penghasilan, pendidikan,keluarga
  • Umur, jenis kelamin
  • Hobi, rutinitas, perilaku

4. Membuka cabang usaha

Sekarang, Anda sudah bisa menentukan bagaimana cara mencari tempat usaha yang strategis….

Akan tetapi, karena tujuan awal kita adalah membahas bagaimana cara meningkatkan omset penjualan, tentu saja memiliki satu tempat usaha dirasa kurang….

Maka, harus melebarkan pasar (memiliki tempat usaha lebih dari satu) agar omsetnya lebih besar lagi….

Sebenarnya, penjelasan tentang ini sudah sedikit saya bahas di atas….. Tentang bagaimana memiliki tempat usaha lebih dari satu dapat memberikan omset penjualan yang lebih juga….

Apakah melebarkan pasar hanya tentang menambah jumlah tempat usaha?

Tidak!

Tempat usaha (place) tidak selalu berhubungan dengan memiliki lokasi baru….

Contohnya, seperti saya memiliki distributor…. bukankah saya jadi memiliki tempat usaha lebih (tempat memasarkan usaha saya) tanpa harus memiliki lokasi tersebut….

Ada beberapa strategi membuka cabang usaha yang bisa diterapkan, sudah saya bahas pada artikel berikut ini:

Meningkatkan Omset Penjualan

dengan Membuka Cabang Usaha

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuka cabang usaha

  1. Memperbanyak tempat usaha (outlet)
  2. Membuka kerjasama usaha franchise
  3. Memasukkan produk ke toko-toko retail
  4. Menjual di market place
  5. Memiliki agen, reseller, dan dropshipper yang dibina
  6. Memiliki tim sales sendiri

BAB I tentang Cara Mencari Tempat Usaha yang Strategis telah selesai. Kritik, saran, dan pertanyaan, bisa disampaikan pada kolom komentar.

Jika artikel ini memberikan manfaat, tolong untuk dishare agar manfaatnya juga bisa dirasakan bagi orang lain yang membutuhkan.

Silahkan lanjut membaca BAB selanjutnya!

BAB V

Strategi Pemasaran Online untuk Meningkatkan Penjualan

Kita tidak bisa menutup mata, jikalau strategi pemasaran online sangat efektif untuk meningkatkan penjualan. ASAL TAHU CARANYA. Itulah permasalahannya. Pemasaran online atau yang biasa disebut internet marketing benar-benar butuh pemahaman yang mendalam. Coba baca artikel ini agar bisa lebih memahami.

Dapatkan strategi marketing GRATIS, untuk meningkatkan omset penjualan Anda!

  • 24
    Shares

Kukuh Niam Ansori

Kukuh Niam Ansori - Account Officer at BPR Lestari Jatim. Membuat blog kecil ini dengan tujuan hendak membangun perbincangan santai tapi konstruktif sehingga bisa memberi dampak bagi orang lain (pembaca blog ini utamanya) terkait pengembangan bisnis, investasi, marketing, dan cara meningkat omset penjualan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *