Usaha Modal Kecil atau Tanpa Modal yang Menjanjikan

Usaha Modal Kecil atau Tanpa Modal yang Menjanjikan

Usaha Modal Kecil atau Tanpa Modal yang Menjanjikan

Setelah bergabung di beberapa grub facebook – terkait bisnis atau usaha, bukannya ilmu baru yang saya dapat, justru kebanyakan pertanyaan-pertanyaan – kurang berbobot seperti ini.

  • Saya ingin usaha, tapi bingung usaha apa?
  • Saya ingin usaha modal kecil, apa ya?
  • Tidak ada modal, tapi saya ingin usaha, kira-kira apa?

Ada pertanyaan yang lebih kurang ajar… menurut saya…

Saya ingin usaha modal kecil, yang santai, enak, nggak ribet tapi hasilnya besar, ada nggak usaha yang kayak gitu? – Saya pesimis orang seperti ini akan berhasil – kecuali dia mau berubah.

Ujung-ujungnya ada banyak tawaran usaha modal kecil (ngakunya) yang tidak jelas – prospek kedepannya – seringnya, bukan usaha yang menjanjikan – atau ada pula yang berujung penipuan.

Baik…..

Saya akan bagikan beberapa peluang usaha modal kecil atau bahkan tanpa modal yang menjanjikan, dan bisa langsung dicoba… tentunya.

Saya coba carikan mulai dari yang sederhana agar bisa segera dilakukan.

Tapi, sebelum itu…. ada beberapa hal yang harus saya luruskan…

Sebaiknya Anda baca!

Karena ini penting!

Agar Anda tidak salah mengambil langkah dalam menentukan usaha modal kecil atau tanpa modal yang harus dilakukan.

Pertama, Usaha yang paling tepat itu adalah yang dilakukan, bukan yang sering ditanyakan seperti di atas!

Intinya, segera coba lakukan. Kalau tidak dilakukan, Anda tidak akan tahu hasilnya. Apakah itu adalah usaha yang menjanjikan, atau tidak menghasilkan sama sekali?

Mana bisa Anda tahu sebuah usaha merupakan usaha yang menjanjikan kalau tidak dilakukan dan lihat sendiri hasilnya. Iya kan?

Referensi memang perlu, tapi terlalu banyak juga bukan hal baik karena membuat Anda jadi semakin bingung.

Betul nggak?

Jika memang butuh referensi terkait peluang usaha modal kecil, yang saya sarankan adalah dengan banyak membaca, segera mencoba, evaluasi, lalu mencoba lagi.

Dari hasil referensi peluang usaha modal kecil tersebut, sebaiknya dipadukan dengan peluang yang ada – ini agar hasilnya lebih maksimal.

Contohnya…. melihat kecocokan usaha dengan peluang di daerah sekitar.

Kedua, modal tidak selalu tentang uang.

Jadi, sangat salah kalau Anda beranggapan modal untuk memulai usaha itu hanya uang.

Kalau modal uang atau bisa disebut dana, digunakan untuk percepatan pengembangan usaha, saya baru setuju.

Sekali lagi, modal tidak selalu tentang uang.

Modal itu segala apapun yang dimiliki dan bisa dimanfaatkan untuk usaha.

Rumah, tanah, keahlian, smartphone yang sekarang sering Anda genggam, kontak hp, sampai paket internet. Semua itu modal.

Dan modal yang paling penting adalah kemauan untuk memulai dan kesadaran akan peluang yang ada.

Permasalahan terbesar, bukan karena tidak memiliki modal uang tadi.

Melainkan,

Tidak adanya modal kemauan untuk memulai, kerjaannya hanya membayangkan dan bertanya-tanya terus….

….dan tidak adanya kesadaran akan peluang.

Saya berikan sedikit ilustrasi.

Budi ini memiliki kemampuan bahasa Inggris, meski tidak bisa dibilang expert atau ahli, setidaknya keahlian bahasa inggrisnya masih melebihi kemampuan bahasa inggris anak sekolahan, terutama SMP ke bawah.

Peluang tersebut dilihat Budi, karena pentingnya bahasa Inggris untuk anak sekolahan atau kelak mencari pekerjaan, dia ingin membuka usaha les privat bahasa Inggris.

Modal selanjutnya dia hanya punya HP (smartphone) beserta daftar kontak dan pulsa di dalamnya.
Budi menghubungi semua kontak di ponselnya, menawarkan les privat bahasa inggris untuk anak, adik, keponakan, atau cucu mereka. Menawarkan melalui sosial media di area sekitar. Serta menawarkan pada tetangga dan keluarga terdekat.

Meski tidak bisa langsung dapat murid banyak, dari sekian banyak itu, apalagi tahu kalau Budi memang bisa bahasa inggris. Setidaknya akan ada beberapa yang bersedia menjadi pelanggan Budi.

Dari situ Budi memberikan pelayanan les privat yang memuaskan, selanjutnya dari pelanggan yang beberapa itu, Budi bisa mendapatkan referensi pelanggan lainnya. Setelah banyak dan modal semakin cukup, Budi bisa mempekerjakan orang lain, menyewa tempat, sampai bisa membuka badan usaha sendiri di bidang les privat bahasa Inggris.

Tapi…. tentu keadaannya tidak akan pernah terasa mudah.

Dan ketiga, tidak ada bisnis yang bisa berjalan dengan mudah.

Jadi, Saya sangat jengkel dengan mindset seperti ini

Saya ingin usaha modal kecil yang santai, enak, nggak ribet tapi hasilnya besar

Tidak ada yang seperti itu.

Kalau ada yang menawarkan usaha modal kecil, santai, gak ribet, dan hasilnya banyak, apalagi sampai disuruh setor uang di awal. Awas, itu bisa jadi hanya penipuan.

Fotonya meyakinkan, banyak hasil uangnya?

Saya juga punya foto uang banyak.

Kalau Hanya Foto Uang Banyak, Saya juga Punya

Kalau Hanya Foto Uang Banyak, Saya juga Punya

Tapi itu foto ketika Saya dulu menghitung gaji karyawan, saat masih bekerja di salah satu perusahaan di Kalimantan.

Selain itu, kalau dia bilang bisa santai, gak ribet dan hasilnya banyak, kenapa dia masih repot promosi kesana kemari mencari orang untuk bergabung? Iya nggak?

Sekarang sudah percaya kalau untuk sukses tidak ada yang mudah?

Tidak ada yang instan, semua butuh proses.

Bahkan, mie instan saja masih butuh proses untuk memasaknya.

Agar lebih yakin,

Coba cari biografi pengusaha sukses favoritmu, cari tahu perjalanan kisah sukses mereka. Apakah dilalui dengan santai, gak ribet dan hasilnya langsung banyak?

Saya ada referensi kisah sukses, salah satu favorit Saya. Kisah Pak Alex Purnadi Candra, pendiri sekaligus owner BPR Lestari.

Sekarang, saya akan bahas mulai dari peluang usaha tanpa modal sampai modal kecil.

Saya carikan yang sederhana, bisa mulai dilakukan, tapi bukan berarti langsung bisa memberikan hasil yang besar. Karena seperti yang saya bilang, tidak ada bisnis yang mudah. Apalagi instan.

1. Ambil Titipan Kue Basah untuk Dijual Lagi.

Usaha Tanpa Modal dengan Menjual Kue Basah Titipan

Usaha Tanpa Modal dengan Menjual Kue Basah Titipan

Tahu maksudnya?

Jadi… Anda cari produsen kue basah, jajanan pasar, atau gorengan juga bisa. Umumnya ini home industry – industri rumahan.

Tawarkan pada mereka untuk menjualkan kue basah milik mereka, tapi dengan sistem titip bukan kulakan.

Sistem titip ini, Anda menjual dulu baru bayar yang laku berapa kepada produsen.

Dan untuk sistem keuntungan, umumnya produsen memberikan potongan harga, kemudian Anda bisa menjual dengan harga standar produsen atau dengan harga sendiri sesuai dengan margin keuntungan yang diinginkan.

Sesuaikan saja antara tafsiran harga yang pantas menurut Anda dengan kemampuan bayar konsumen.

Terkadang, area pemasaran juga berpengaruh. Kalau menjual di area yang masih kurang dari 1 kilometer dari produsen, sebaiknya jual dengan harga standar. Tapi kalau di atas itu bisa dijual dengan margin sesuai keinginan, tapi masih dianggap pantas.

Dan lagi, perhatikan juga respon pasar, jika dirasa kemahalan oleh konsumen sebaiknya harga markupnya Anda turunkan.

Akan tetapi, ada baiknya jangan terlalu rakus mencari keuntungan dari margin harga. Ini kue basah – atau jajanan pasar, dimana kualitas antar produsen tidak terlalu beda jauh – dengan begitu, harga pasar juga relatif sama.

Strategi yang tepat cenderung memperbanyak pangsa pasar,

Seperti kue basah yang Anda ambil dititipkan lagi ke tempat-tempat yang potensial.

Bisa sekolah, warung, toko, atau tempat lain yang menurut Anda peluangnya besar untuk laku.

Ilustrasinya begini,

  • Anda mengambil kue basah dengan harga Rp 700 per biji.
  • Kemudian Anda titipkan ke tempat lain dengan harga Rp 850 per biji.
  • Untuk harga jual ke konsumen terserah penjual yang Anda titipi, tetapi ada baiknya Anda sarankan dengan harga normal saja agar cepat laku – misal Rp 1.000.

Ingat, yang dikejar bukan besaran margin keuntungan, tapi pengalinya.

  • Memang margin keuntungan per bijinya kecil, hanya Rp 150, tapi pengalinya?
  • Misalkan saja satu kotak isi 20 biji, asumsikan saja yang laku 15 biji.
  • Satu tempat Anda bisa memperoleh keuntungan Rp 2.250
  • Kalau Anda memiliki 20 tempat? Jadi…. Rp 45.000
  • Kalau ingin lebih dari itu, tambah pangsa pasarnya.

Lihat saja peluangnya, ada berapa sekolah di Kota Anda? Berapa Taman Kanak-Kanak, berapa Sekolah Dasar (SD), berapa SMP dan SMA? Belum lagi area warung tempat para sopir mangkal, bisa terminal, stasiun, atau yang lainnya. Warung dan toko di perkampungan jangan ketinggalan. Pasarnya tidak akan habis.

Bisa dibilang, inilah usaha tanpa modal – ‘uang maksudnya’.

Anda hanya perlu tempat untuk berjualan, atau berjualan keliling mendekati konsumen, kalau mau.

Ketika modal Anda sudah terkumpul – Alokasi keuntungan yang berhasil Anda sisihkan, ada baiknya Anda mulai memproduksi kue basahnya sendiri, bisa yang sejenis atau jenis lainnya.

Kenapa?

Pangsa pasar Anda sudah terbentuk, jadi akan semakin mudah untuk memasarkan produk Anda sendiri.

Selain itu, margin keuntungannya bisa lebih besar dari menjualkan milik orang.

Tapi ada baiknya tidak langsung memutus kerjasama dengan suplier lama. Tetap menjaga kerjasama itu penting dalam sebuah bisnis.

2. Manfaatkan Keahlian dengan Membuka Les Privat.

Usaha Tanpa Modal yang Menjanjikan dengan Membuka Les Privat

Usaha Tanpa Modal yang Menjanjikan dengan Membuka Les Privat

Sedikit banyak – tentang usaha tanpa modal satu ini sudah saya bahas pada ilustrasi perihal Budi – di atas.

Peluang ini masih terbuka lebar – tidak menyempit pada les privat Bahasa Inggris yang Saya contohkan di atas, juga tidak hanya meliputi pangsa pasar anak sekolahan saja.

Ada banyak keahlian yang juga dibutuhkan oleh orang dewasa.

Anda punya keahlian bahasa asing – Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Prancis, Jerman, dll – manfaatkan untuk membuka kursus Bahasa Inggris. Asal Anda tahu, bukan hanya anak sekolahan saja yang butuh menguasai Bahasa Asing, orang dewasa – para profesional pun membutuhkannya untuk menunjang pekerjaan.

Menguasai bidang tertentu dalam mata pelajaran, ada baiknya membuka les privat terlebih dahulu. Bisa dimulai dari tetangga atau orang-orang di sekitar kita.

Pandai bernyanyi dan bermain alat musik, tidak ada salahnya membuat kursus privat bernyanyi dan bermain alat musik. Peluang usaha satu ini, juga tidak dibatasi anak sekolahan saja – orang dewasa juga. Bahkan, Owner BPR Lestari – Pak Alex P. Chandra bercerita, kalau dia pernah mengikuti kursus menyanyi.

Ahli dalam bisnis, jago dalam strategi marketing. Ada banyak pengusaha – terutama yang baru – berani membayar mahal untuk ini agar mereka bisa sukses dalam berbisnis.

Sekarang, tinggal Anda menyesuaikan dengan keahlian yang Anda miliki.

Jika pelanggan sudah semakin banyak dan Anda kesulitan membagi waktu untuk melayani semuanya, bisa dengan merekrut karyawan sebagai pengajar juga.

3. Usaha Modal Kecil dengan Menjual Keahlian

Usaha Tanpa Modal yang Menjanjikan dengan Jualan Keahlian

Usaha Tanpa Modal yang Menjanjikan dengan Jualan Keahlian

Tidak jauh beda dari yang sebelumnya, sama-sama memanfaatkan keahlian yang dimiliki.

Hanya saja, ini benar-benar menjual keahlian. Bukan hanya mengajarkan keahlian.

Fotografer, designer, translater, freelance writer, pangkas rambut, dan keahlian lainnya.

Ada banyak sekali orang-orang yang membutuhkan sesuatu, tapi mereka tidak ahli di bidang tersebut – atau bisa juga karena mereka tidak ingin repot, juga tidak ada waktu.

Akhirnya, mereka rela membayar orang lain untuk menyelesaikan atau memenuhi kebutuhan tersebut.

Sayang kan peluang tersebut kalau tidak dimanfaatkan?

Selain itu, bekerja sesuai keahlian sama artinya melakukan passion yang dimiliki, mengerjakan sesuatu yang disenangi. Umumnya, ini bisa meningkatkan rasio kesuksesan – karena dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Sekarang, bagaimana cara menemukan pelanggannya?

Smartphone, daftar nomor kontak, pulsa/paket data… Untuk langkah awal itu saja sudah cukup.

Bahkan, tanpa itu juga sudah bisa memulai. Bisa menawarkan pada tetangga, saudara, atau teman dekat yang bisa diketemui.

Menawarkan pada siapapun yang dikenal – yang ada dalam daftar kontak ponsel, juga semua daftar pertemanan di sosial media.

Sebenarnya, langkah ini tidak terlalu strategis – tidak bisa langsung mendapatkan pelanggan. Tapi tidak apa, tujuan awalnya adalah melakukan branding terlebih dahulu. Mengenalkan keahlian Anda terlebih dahulu.

Karena ini berkaitan dengan keahlian khusus, tidak akan ada orang yang membeli tanpa percaya bahwa hasilnya akan memuaskan – Dan untuk menumbuhkan rasa percaya itu, mereka terlebih dahulu mengetahui kalau Anda benar-benar ahli.

Tiga hal yang sering jadi pertimbangan apakah Anda dianggap ahli atau tidak dalam bidang tersebut.

Portofolio Anda,

Jadi jika memang Anda ahli dan hasilnya bagus – jangan malu untuk mempublikasikan hasil keahlian Anda sebagai portofolio. Misalnya, Anda jago Graphic Design – Pajang hasil desain Anda di media sosial, agar orang yang membutuhkan jasa desain Anda bisa melihat contoh hasilnya.

Rekomendasi orang lain,

Itulah mengapa Saya menyarankan untuk melakukan branding terlebih dahulu. Mungkin, orang yang Anda tawarkan sedang tidak butuh jasa keahlian Anda – Tapi, jika teman, keluarga, atau koleganya butuh, bisa saja direferensikan kepada Anda. Seringnya, rasa percaya calon pelanggan jika memperoleh rekomendasi dari orang lain – apalagi yang dia percaya – bisa lebih tinggi dari jika ia menemukannya sendiri. Apalagi, jika orang yang merekomendasikan jasa keahlian Anda termasuk pelanggan yang menrasa puas dengan pelayanan Anda.

Bahkan, strategi branding untuk memperoleh rekomendasi ini bukan hanya untuk menjual keahlian saja. Tapi bisa diterapkan untuk menjual semua hal.

Saya ini kan seorang Account Officer yang job description – nya mencari nasabah untuk melakukan kredit.

Dari personal branding yang Saya lakukan, memperoleh hasil beberapa calon nasabah yang direferensikan ke Saya.

Seperti screenshot chat whatsapp di bawah ini!

Hasil Dari Personal Branding yang Saya Lakukan

Hasil Dari Personal Branding yang Saya Lakukan

Referensi Nasabah dari Hasil Personal Branding yang Saya Lakukan

Referensi Nasabah dari Hasil Personal Branding yang Saya Lakukan

Pertimbangan terakhir, Kebiasaan Anda yang sering membahas seputar keahlian Anda secara lebih mendalam.

Seseorang yang dalam kesehariannya, atau postingan media sosialnya sering membahas tentang keahlian yang dimiliki – secara lebih mendalam, sering dianggap ahli.

Dan tentunya, jika ada yang membutuhkan jasa keahlian tersebut, nama Anda dengan mudah diingat. Karena dia sering melihat Anda membicarakan hal tersebut – termasuk dalam postingan seputar keahlian tersebut.

Ilmu marketing yang saya pelajari sering saya tuangkan dalam blog ini, lalu saya share ke sosial media. Salah satunya grup facebook.

Mungkin – karena seringnya seorang pemilik sebuah usaha tempat makan di Malang melihat postingan Saya di Facebook, beliau menawari Saya untuk menjadi Digital Marketer di rumah makannya. Ini tahun lalu.

Berhubung Saya sudah memiliki pekerjaan sebagai Account Officer di BPR Lestari, maka Saya menolaknya dengan halus.

Screenshot – nya tidak bisa Saya tampilkan, karena Saya kesulitan menemukan jejak riwayatnya. Entah karena postingan yang saya hapus, dihapus admin, tenggelam jauh, atau Saya sudah keluar dari grup tersebut.

Selain cara di atas, Anda bisa menemukan pelanggan pada website penyedia job yang sesuai keahlian Anda.

Di Indonesia, ada Website Projects.co.id

Di sana, ada banyak job dalam berbagai bidang, dengan budget rendah di bawah 100 ribu sampai di atas 1 jutan-an.

4. Meminimalisir Resiko Barang Sisa dengan Menjadi Dropshipper

Istilah ini sudah umum, seharusnya tidak perlu banyak Saya jelaskan pengertiannya.

Garis besarnya, Dropshipper itu, Anda menjual barang milik orang lain, tapi tanpa membuat, menyiapkan, atau mengirim produk ke konsumen – dengan kata lain, kita berjualan tanpa memiliki stok barang.

Jadi…. Anda hanya perlu promosi produknya – Bisa online atau offline, juga keduanya.

Ketika seseorang melakukan order produk dari Anda, Anda tinggal melanjutkan order kepada Suplier. Nah… Suplier inilah yang akan menyiapkan dan mengirimkan barang langsung kepada pembeli – dan itu atas nama Anda (seolah-olah sebagai pengirimnya)

Seperti yang Saya bilang, Anda tidak perlu menyimpan stok barang.

Kira-kira alur dropship-nya seperti ini!

Alur Dropship

Alur Dropship

Jika Anda merasa tidak memiliki keahlian, tidak berani memulai menjual kue basah – cenderung malu [Meski sejujurnya itu hanya alasan, dan di bidang apapun jika alasan-alasan itu masih ada akan membuat sulit berkembang] dan suka bermain media sosial, sepertinya Dropshipper ini bisa menjadi solusi usaha tanpa modal yang paling tepat untuk dipilih.

Produk dropship-nya bisa Anda peroleh dari:

  • Cakning.com
  • Market place
  • Cari di Instagram
  • Search di google dengan kata kunci dropshipper [nama produk]. ‘Dropshipper’ bisa diganti reseller, agen, suplier, atau distributor.

Meski minim resiko terhadap biaya produk, tapi tetap harus hati-hati….

Memang, barang yang Anda kirim ke konsumen dari pihak ketiga atau suplier, tapi tetap saja tanggung jawab terhadap konsumen ada pada Anda.

Ada baiknya Anda tahu keuntungan dan kerugiannya juga….

Keuntungan dropshipper,

Usaha modal kecil atau bahkan tanpa modal sekali – kecuali ponsel, paket data, dan sosial media untuk promosi.

Tidak butuh gudang, karena tidak memiliki stok barang.

Bisa dilakukan dimana dan kapan saja, karena hanya perlu promosi dan menghubungkan pesanan konsumen dengan suplier.

Sementara kekurangannya,

Karena ini produksi orang lain, tentu saja margin keuntungannya lebih kecil. Dan bisa bertambah kecil apabila suplier Anda bukan tangan pertama.

Anda terkendala dalam melakukan kontrol stok barang, jadi…. setiap ada pemesanan, diwajibkan menanyakan stok barang terlebih dahulu. Ini berpengaruh pada kecepatan respon Anda, iya kan? Suplier merespon lama, respon Anda ke konsumen pun juga lama.

Bukan hanya stok, kualitas barang dan kualitas pelayanan juga tidak bisa terkontrol.

Setelah melihat kelebihan dan kekurangan di atas, jika tujuan Anda mencari usaha modal kecil atau tanpa modal… Dropship ini masih Saya rekomendasikan – karena menjanjikan dan minim resiko biaya produk.

Tapi…. ada baiknya, Anda membeli beberapa barang terlebih dahulu. Tujuannya melihat kualitas barang, pelayanan suplier, kecepatan respon dan kecepatan pengiriman suplier.

Anggap saja Anda melakukan seleksi suplier.

Penutup

Usaha modal kecil atau tanpa modal ini akan terus saya update, karena keterbatasan waktu pembuatan artikel ini, update tidak bisa secara langsung secara keseluruhan.

  • 5
    Shares

Kukuh Niam Ansori

Kukuh Niam Ansori - Account Officer at BPR Lestari Jatim. Membuat blog kecil ini dengan tujuan hendak membangun perbincangan santai tapi konstruktif sehingga bisa memberi dampak bagi orang lain (pembaca blog ini utamanya) terkait pengembangan bisnis, investasi, marketing, dan cara meningkat omset penjualan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *